
Buku Pengetahuan2013
Filsafat, Etika, dan Kearifan Lokal untuk Konstruksi Moral Kebangsaan
- Penulis
- Siti Syamsiyatun & Nihayatul Wafiroh
- Penyusun
- Siti Syamsiyatun & Nihayatul Wafiroh
- Penerbit
- Globethics.net
- ISBN
- -
Deskripsi
Penggunaan istilah Filsafat, Etika dan Kearifan Lokal dalam judul
buku ini tidaklah dimaksudkan untuk membedakan tulisan-tulisan yang
ada di dalamnya secara sistematis. Sebenarnya ketiga istilah itu sering
kali digunakan secara tumpang tindih, juga di dalam buku ini. Suatu
konsep moral bisa dianggap sebagai filsafat atau etika atau kearifan lo
kal atau bahkan ketiga-tiganya. Tergantung bagaimana masing-masing
istilah itu didefinisikan.
Buku ini tidak dimulai dengan membedakan secara tegas ketiga
istilah itu. Alih-alih memaksa para penulis untuk membuat kesepakatan
peristilahan, mereka masing-masing dibebaskan menggunakan definisi
dan pemahamanannya sendiri. Keberagaman dalam peristilahan bukan
satu-satunya bentuk pluralitas yang diwadahi dalam buku ini. Latar be
lakang, pendidikan, profesi dan bidang keahlian para penulis juga ber
beda-beda. Konsekuensinya pendekatan, teori, dan metode yang digu
nakan juga jelas sangat bervariasi.
Semua keberagaman itu mencerminkan situasi kehidupan dalam
masyarakat masa kini. Setiap segi dan sektor kehidupan membutuhkan
kajian-kajian moral dalam bentuk filsafat, etika dan/atau kearifan lokal.
Kajian-kajian moral yang sangat beragam itu sebenarnya dimiliki oleh
masyarakat kita, baik melalui sumber-sumber tradisi budaya maupun
agama-agama. Krisis-krisis ekonomi, politik, keagamaan dan budaya
yang belakangan semakin bersifat multidimensional dapat dilihat seba
gai akibat dari diabaikannya sebagian kajian moral yang asasi
buku ini tidaklah dimaksudkan untuk membedakan tulisan-tulisan yang
ada di dalamnya secara sistematis. Sebenarnya ketiga istilah itu sering
kali digunakan secara tumpang tindih, juga di dalam buku ini. Suatu
konsep moral bisa dianggap sebagai filsafat atau etika atau kearifan lo
kal atau bahkan ketiga-tiganya. Tergantung bagaimana masing-masing
istilah itu didefinisikan.
Buku ini tidak dimulai dengan membedakan secara tegas ketiga
istilah itu. Alih-alih memaksa para penulis untuk membuat kesepakatan
peristilahan, mereka masing-masing dibebaskan menggunakan definisi
dan pemahamanannya sendiri. Keberagaman dalam peristilahan bukan
satu-satunya bentuk pluralitas yang diwadahi dalam buku ini. Latar be
lakang, pendidikan, profesi dan bidang keahlian para penulis juga ber
beda-beda. Konsekuensinya pendekatan, teori, dan metode yang digu
nakan juga jelas sangat bervariasi.
Semua keberagaman itu mencerminkan situasi kehidupan dalam
masyarakat masa kini. Setiap segi dan sektor kehidupan membutuhkan
kajian-kajian moral dalam bentuk filsafat, etika dan/atau kearifan lokal.
Kajian-kajian moral yang sangat beragam itu sebenarnya dimiliki oleh
masyarakat kita, baik melalui sumber-sumber tradisi budaya maupun
agama-agama. Krisis-krisis ekonomi, politik, keagamaan dan budaya
yang belakangan semakin bersifat multidimensional dapat dilihat seba
gai akibat dari diabaikannya sebagian kajian moral yang asasi