
Buku Pengetahuan2016
ILMU KAPITAL
- Penulis
- M. Najib Yuliantoro
- Penyusun
- M. Najib Yuliantoro
- Penerbit
- PT Kanisius (Anggota IKAPI)
- ISBN
- -
Deskripsi
Buku sederhana ini merupakan pengembangan hasil penelitian
penulis di Program Master Ilmu Filsafat, Universitas Gadjah Mada,
Yogyakarta. Dalam buku ini, penulis berusaha memasuki bidang
kajian yang relatif baru dalam tradisi filsafat ilmu, yakni filsafat politik
ilmu. Secara garis besar, buku ini berusaha menunjukkan fenomena
modernitas bahwa kapital, biarpun kritik terhadapnya berulangkali
diajukan, tampaknya masih mengambil posisi cukup penting dalam
pengembangan reproduksi ilmu pengetahuan.
Melalui konsep pemikiran Pierre Bourdieu, buku ini berusaha
menelusuri secara genealogis pergeseran relasi ilmu dan kapital,
mela kukan kontekstualisasi perdebatan ilmu dan kapital dalam per
kembangan diskursif filsafat politik ilmu kontemporer, kemudian
secara sekilas memahami perdebatan tersebut dalam strategi pengem
bangan ilmu di Indonesia. Pembahasan tentang aspek-aspek sosial dan
politik dalam ilmu, pada ujungnya, tidak dapat lolos dari persoalan
etika ilmu. Untuk itu, penulis berharap semoga pada masa-masa
mendatang, penulis dapat melanjutkan penelitian ini untuk membahas
persoalan etika politik ilmu.
Atas terbitnya buku ini, penulis mengucapkan terima kasih
kepada para pendidik di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada,
khususnya kepada Mukhtasar Syamsuddin, Rizal Mustansyir, Arqom
Kuswanjono, dan Misnal Munir yang telah menguji dan memberikan
saran serta kritik berharga atas penulisan buku ini sehingga penulis
semakin tercerahkan. Terima kasih pula kepada staf kependidikan,
kolega, dan sahabat mahasiswa di Program Pascasarjana S2 Ilmu
Filsafat Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada.
Terima kasih sedalam-dalamnya kepada Marc van den Bossche
(Vrije Universiteit Brussels), Claire de Burbure (UCL Brussels), dan
Destriani Nugroho (Europe Union), yang dengan segala kebaikannya
memungkinkan penulis untuk melakukan penelitian dan mengalami menjadi “manusia baru” di Brussels. Juga kepada para guru dan
sahabat yang selama ini berkenan menjadi teman diskusi dan memberi
semangat, yakni Muhammad Al-Fayyadl, Sindung Tjahyadi, Farid
Mustofa, Indi Aunullah, Yulia Riswan, Lukman Hakim, Ahmad Sidqi,
M. Baihaqi Latif, Anastatasia Jessica, dan H. Ragil Suryo Raharjo.
Kepada Samsul Ma’arif Mujiharto, terima kasih berkenan
menulis Kata Pengantar yang bernas dan mencerahkan, di tengah ke
si bukan riset doktoralnya di Canberra, Australia. Juga terima kasih
kepada Penerbit Kanisius yang telah berbaik hati memfasilitasi penge
ditan dan penerbitan buku ini sehingga semakin nyaman dibaca.
Akhirnya, terima kasih kepada keluarga penulis, yakni H. Abdul
Hakim Musthofa, Hj. Roinud Dinijah, Dra. Sutresni, saudara Pandawa,
serta istri dan putra penulis, dr. Prenali Dwisthi Sattwika dan Hilyard
Tjakrarushda. Atas dukungan, doa, dan kecintaan mereka, penulis
mam pu melewati lika-liku kehidupan dengan penuh sukacita.
Semoga buku sederhana ini bermanfaat dan semakin menambah
khasanah ilmu pengetahuan di tanah air.
penulis di Program Master Ilmu Filsafat, Universitas Gadjah Mada,
Yogyakarta. Dalam buku ini, penulis berusaha memasuki bidang
kajian yang relatif baru dalam tradisi filsafat ilmu, yakni filsafat politik
ilmu. Secara garis besar, buku ini berusaha menunjukkan fenomena
modernitas bahwa kapital, biarpun kritik terhadapnya berulangkali
diajukan, tampaknya masih mengambil posisi cukup penting dalam
pengembangan reproduksi ilmu pengetahuan.
Melalui konsep pemikiran Pierre Bourdieu, buku ini berusaha
menelusuri secara genealogis pergeseran relasi ilmu dan kapital,
mela kukan kontekstualisasi perdebatan ilmu dan kapital dalam per
kembangan diskursif filsafat politik ilmu kontemporer, kemudian
secara sekilas memahami perdebatan tersebut dalam strategi pengem
bangan ilmu di Indonesia. Pembahasan tentang aspek-aspek sosial dan
politik dalam ilmu, pada ujungnya, tidak dapat lolos dari persoalan
etika ilmu. Untuk itu, penulis berharap semoga pada masa-masa
mendatang, penulis dapat melanjutkan penelitian ini untuk membahas
persoalan etika politik ilmu.
Atas terbitnya buku ini, penulis mengucapkan terima kasih
kepada para pendidik di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada,
khususnya kepada Mukhtasar Syamsuddin, Rizal Mustansyir, Arqom
Kuswanjono, dan Misnal Munir yang telah menguji dan memberikan
saran serta kritik berharga atas penulisan buku ini sehingga penulis
semakin tercerahkan. Terima kasih pula kepada staf kependidikan,
kolega, dan sahabat mahasiswa di Program Pascasarjana S2 Ilmu
Filsafat Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada.
Terima kasih sedalam-dalamnya kepada Marc van den Bossche
(Vrije Universiteit Brussels), Claire de Burbure (UCL Brussels), dan
Destriani Nugroho (Europe Union), yang dengan segala kebaikannya
memungkinkan penulis untuk melakukan penelitian dan mengalami menjadi “manusia baru” di Brussels. Juga kepada para guru dan
sahabat yang selama ini berkenan menjadi teman diskusi dan memberi
semangat, yakni Muhammad Al-Fayyadl, Sindung Tjahyadi, Farid
Mustofa, Indi Aunullah, Yulia Riswan, Lukman Hakim, Ahmad Sidqi,
M. Baihaqi Latif, Anastatasia Jessica, dan H. Ragil Suryo Raharjo.
Kepada Samsul Ma’arif Mujiharto, terima kasih berkenan
menulis Kata Pengantar yang bernas dan mencerahkan, di tengah ke
si bukan riset doktoralnya di Canberra, Australia. Juga terima kasih
kepada Penerbit Kanisius yang telah berbaik hati memfasilitasi penge
ditan dan penerbitan buku ini sehingga semakin nyaman dibaca.
Akhirnya, terima kasih kepada keluarga penulis, yakni H. Abdul
Hakim Musthofa, Hj. Roinud Dinijah, Dra. Sutresni, saudara Pandawa,
serta istri dan putra penulis, dr. Prenali Dwisthi Sattwika dan Hilyard
Tjakrarushda. Atas dukungan, doa, dan kecintaan mereka, penulis
mam pu melewati lika-liku kehidupan dengan penuh sukacita.
Semoga buku sederhana ini bermanfaat dan semakin menambah
khasanah ilmu pengetahuan di tanah air.